Teori Komunikasi dan Pemrosesan Informasi

logo_gunadarma
Anggota
1. Ayu Briliana (11212278)
2. Deryl Nalendra (11212881)
3. Fera Hernawati (12212892)
4. Lany Nurwidyastuti (14212158)
5. Ningsih Suwito (15212340)
6. Siti Maesaroh (17212063)
7. Winda Novriani (17212735)

Kelas : 3EA18
Kelompok : 2 (dua)
Mata Kuliah : Manajemen Komunikasi Pemasaran

UNIVERSITAS GUNADARMA
2015

BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya, bahwa komunikasi yang kita bangun tiap hari sesungguhnya bisa di jelaskan dengan teori. teori komunikasi membantu kita untuk ,memahami orang lain dan komunitas-komunitas mereka, bahkan lebih sedrhana lagi bahwa teori komunikasi bisa mempermudah ketika kita berinteraksi dengan keluarga, teman dan masyarakat. Memang tidak semua kejadian di dunia ini bisa di jelaskan teori, akan tetapi teori komunikasi bisa di jadikan untuk memahami sebagian besar kejadian di muka bumi.
Sebelum masuk lebih dalam membahas teori alangkah lebih baiknya kita pahami dulu apa itu komunikasi dan juga teori?. Komunikasi adalah proses sosial dimana individu-individu menggunakan symbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka (Richard West dan Lynn H.Turner, Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi). Sehingga dari pengertian tersebut kita bisa pahami bahwa komunikasi merupakan proses sosial bahwa komunikasi selalu melibatkan manusia serta interaksi, dan berkesinambungan, dinamis, kompleks dan senantiasa berubah. Menggunakan symbol, symbol sendiri adalah label yang merepresentasikan(menekan) pada benda( symbol konkret) dan dan yang menekankan pada ide (symbol abstrak). Sehingga dari pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa teori komunikasi adalah sebuah system atau konsep yang digunakan untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi. Apa saja teori tersebut akan kita bahas pada bab-bab selanjutnya agar pembaca bisa memahami teori komunikasi itu sendiri.
Teori pemrosesan informasi ini didasari oleh asumsi bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil komulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses informasi, untuk diolah sehingga menghasilkan bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
1. penjelasan mengenai Pemprosesan Informasi
2. penjelasan tentang teori kognitif
3. menjelaskan tentang hal kepribadian, persepsi, perilaku dan pembelajaran
4. menjelaskan mengenai komunikasi pemasaran dan perubahan perilaku
C. Tujuan Penulisan
Dari latar belakang dan rumusan masalah, tujuan penulis dalam makalah yang dibuat ini adalah untuk menjelaskan mengenai teori komunikasi dan pemrosesan informasi agar pembaca dapat memahami tentang komunikasi dan informasi serta dapat dijadikan bahan pembelajaran oleh mahasiswa dan menambah wawasan/pengetahuan.

BAB II
Pembahasan
A. Teori Komunikasi
Teori komunikasi adalah satu pandangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja untuk sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah komunikasi yang hendak dibuat. Melalui penulisan ini pejelasan tentang beberapa teori komunikasi akan dibuat. Terdapat dua aspek utama yang dilihat secara tidak langsung dalam bidang ini sebagai satu bidang pengkajian yang baru. Aspek pertama ialah perkembangan dari beberapa sudut atau kejaidian seperti teknologi komunikasi, perindustrian dan politik dunia. Teknologi komunikasi contohnya radio, televisi, telefon, setelit, rangkaian komputer telah menghasilkan ide untuk mengetahui apakah kesan perkembangan teknologi komunikasi terhadap individu, masyarakat dan penduduk disebuah negara.
Aspek kedua ialah dari sudut kajian di mana para pelajar berminat untuk mengkaji bidang-bidang berkaitan dengan komunikasi seperti mereka yang dari bidang psikologi sosial mengkaji penggunaan teknologi baru terhadap kesan tayangan animasi kepada anak-anak , propaganda dan dinamik kelompok.
• Makna Komunikasi
Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih.
• Pentingnya Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi dilakukan manusia baik secara perorangan, kelompok, atau organisasi.
• Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan.
• Model Komunikasi Linear
Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam bukuThe Mathematical of Communication. Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel ). Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model ). Pendekatan ini terdiri atas beberapa elemen kunci: sumber ( source), pesan (message) dan penerima (receiver ). Model linear berasumsi bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima. Tentu saja hal ini merupakan pandangan yang sangat sempit terhadap partisipan-partisipan dalam proses komunikasi.
• Faktor – faktor yang mempengaruhi proses komunikasi
1. Presepsi merupakan pantulan “perasaan jiwa” seseorang terhadap yang terjadi
dilingkungannya, baik dari individu yang bersangkutan maupun yang diluar dirinya.
2. Nilai yaitu keyakinan seseorang mengenai ide atau tingkah laku.
3. emosi yang bisa mempengaruhi jalannya komunikasi dimaknai sebagai pandangan subjektif seseorang.
4. Latar belakang sosial budaya. Budaya yang mereka miliki akan membentuk pandangan umum dan persepsi mengenai tempat tinggal mereka.
5. Pengetahuan seseorang sangat menentukan keberhasilan sukses atau tidaknya komunikasi.
6. Pola dan peran masing-masing individu tersebut.

• Proses Adopsi dan Difusi
Penyebarluasan suatu inovasi selalu memerlukan waktu. Sampai waktu sasaran melaksanakan anjuran penyuluh (inovasi baru) itu, telah berlangsung suatu proses mental pada diri sasaran. Jangka waktu yang diperlukan itu bervariasi dan prosesnya terjadi dalam beberapa tahap. Proses mental yang terjadi pada sasaran sampai melaksanakan anjuran tadi disebut Proses Adopsi. Menurut Rogers (1960) proses adopsi itu terjadi mulai seseorang mendengar suatu ide baru sampai akhirnya ia melaksanakannya (mengadopsinya).
Proses difusi merupakan proses perembesan atau merembesnya inovasi ke dalam masyarakat sampai mencapai mengenai sebagian besar anggota masyarakat tersebut.
Proses adopsi dan difusi mempunyai hubungan yang sangat erat. Proses adopsi terjadi pada orang-orang secara individual, sedangkan proses difusi terjadinya perembesan inovasi di masyarakat.
• Komunikasi interaksional
Komunikasi Interaksi adalah proses dimana setiap individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka. Komunikasi interaksi terjadi karena adanya proses atau pertukaran informasi antara satu individu dengan individu lainnya atau satu kelompok dengan kelompok lainnya dan akhirnya menciptakan ‘’feedback’’ atau umpan balik. Umpan balik adalah komunikasi yang diberikan pada sumber pesan oleh penerima pesan untuk menunjukan pemahaman.
Model linear berasumsi bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima. Tentu hal ini merupakan pandangan yang sangat sempit terhadap partisipan-partisipan dalam proses komunikasi. Oleh karena itu, Wilbur Schramm (1954) mengemukakan bahwa kita juga harus mengamati hubungan antara seorang pengirim dan penerima. Model komunikasi interaksional yang menekankan proses komunikasi dua arah dari pengirim kepada penerima dan sebaliknya dari penerima kepada pengirim. Interaksional mengilustrasikan bahwa seseorang dapat menjadi baik pengirim maupun penerima dalam sebuah interaksi, tetapi tidak dapat menjadi keduanya sekaligus. Satu elemen penting bagi model komunikasi interaksional adalah umpan balik atau tanggapan terhadap suatu pesan. Umpan balik dapat berupa verbal maupun non-verbal, sengaja maupun tidak sengaja. Umpan balik juga membantu para komunikator untuk mengetahui apakah pesan mereka tersampaikan atau tidak dan sejauh mana pencapaian makna terjadi. Dalam model interaksional, umpan balik terjadi setelah pesan diterima, bukan pada saat pesan sedang dikirim.
B. Pemprosesan Informasi
Teori pemprosesan informasi merupakan bagian dari teori belajar kognitivisme. Dalam konteks kognitivisme yang dianggap sebagai pelopor teori pemprosesan informasi adalah Robert M. Gagne, yang kemudian dikembangkan oleh George Miller. Asumsi yang melandasi teorinya adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dan pembelajaran. Menurut Gagne, dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang selanjutnya diolah sehingga menghasilkan keluaran berupa hasil belajar.
Disebutkan oleh Suyono dan Hariyanto (2012;76) teori pemprosesan informasi banyak dikaitkan dengan teori pembelajaran sibernetik (Cybernetics Learning). Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Proses belajar menurut teori ini meliputi kegiatan menerima, menyimpan, dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah diterima. Belajar tidaklah hanya meliputi apa yang terlihat, yang penting bagaimana suatu proses kognitif itu terjadi di dalam diri pembelajar. Berikut adalah ulasan mengenai teori kognitif.

• Teori Kognitif
Teori kognitif merupakan proses untuk mengetahui sesuatu atau belajar yang dipandang sebagai suatu usaha untuk memahami sesuatu. Pengertian lain menyebutkan bahwa teori kognitif merupakan cara mempersepsikan dan menyusun informasi yang berasal dari lingkungan sekitar yang dilakukan secara aktif oleh seorang pembelajar. Cara aktif yang dilakukan dapat berupa mencari pengalaman baru, memecahkan suatu masalah, mencari informasi, mencermati lingkungan, mempratekkan, mengabaikan respon-respon guna mencapai tujuan.
Pada teori kognitif pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar sebelumnya sangat mempengaruhi atau menentukan terhadap perolehan pengetahuan baru dipelajari. Adapun teori yang sangat berkaitan erat dengan teori kognitif adalah teori pemrosesan informasi karena menurut teori ini setelah proses pembelajaran ada proses pengolahan informasi di dalam otak manusia yang dimulai dari pengamatan seseorang terhadap informasi yang berada di lingkungannya, kemudian informasi tersebut diterima oleh reseptor-reseptor yang berupa simbol-simbol yang kemudian diteruskan pada registor pengindraan yang terdapat pada syaraf pusat.
Informasi yang diterima oleh syaraf pusat kemudian disimpan dalam waktu pendek. Informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini sebagian diteruskan ke memory jangka pendek, sedangkan yang lain hilang dari sistem. Proses pereduksian seperti ini biasa dikenal dengan persepsi selektif. Sementara memori jangka pendek atau memori kerja dan kesadaran yang kapasitas memorinya sangat terbatas, waktunya juga sangat terbatas.(Imron,1995,11)
Informasi dalam jangka pendek dapat ditransformasikan dalam bentuk kode dalam memori jangka panjang. Informasi yang baru diterima oleh memori jangka panjang akan ikut terintegrasi dengan informasi lama. Dalam memori jangka panjang bertahan lama dan dipersiapkan untuk digunakan di kemudian hari.
Contoh :
Orang-orang tertentu cenderung bereaksi sangat cepat sementara orang-orang tertentu cenderung bereaksi sangat lambat.
jawab:
Dalam proses pembelajaran sering kali gaya kognitif itu dianggap terletak di perbatasan antara antara kecerdasan dan sifat-sifat pribadi padahal gaya kognitif itu adalah gaya berfikir dan mungkin juga dipengaruhi oleh kecerdasan, selain itu gaya kognitif juga mempengaruhi hubungan-hubungan sosial dan sifat-sifat pribadi (Dimyati,1989. 117).
• Kelebihan dan Kelemahan Teori Kognitif
Teori pembelajaran kognitif memiliki kelebihan sebagai berikut:
1. Sebagian besar dalam kurikulum pendidikan negara Indonesia lebih menekankan pada teori kognitif yang mengutamakan pada pengembangan pengetahuan yang dimiliki pada setiap individu.
2. Pada metode pembelajaran kognitif pendidik hanya perlu memeberikan dasar-dasar dari materi yang diajarkan unruk pengembangan dan kelanjutannya deserahkan pada peserta didik, dan pendidik hanya perlu memantau, dan menjelaskan dari alur pengembangan materi yang telah diberikan.
3. Dengan menerapkan teori kognitif ini maka pendidik dapat memaksimalkan ingatan yang dimiliki oleh peserta didik untuk mengingat semua materi-materi yang diberikan karena pada pembelajaran kognitif salah satunya menekankan pada daya ingat peserta didik untuk selalu mengingat akan materi-materi yang telah diberikan.
4. Menurut para ahli kognitif itu sama artinya dengan kreasi atau pembuatan satu hal baru atau membuat suatu yang baru dari hal yang sudah ada, maka dari itu dalam metode belajar kognitif peserta didik harus lebih bisa mengkreasikan hal-hal baru yang belum ada atau menginovasi hal yang yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.
5. Metode kognitif ini mudah untuk diterapkan dan juga telah banyak diterapkan pada pendidikan di Indonesia dalam segala tingkatan
Kelemahan dari metode pembelajaran kognitif:
1. Pada dasarnya teori kognitif ini lebih menekankan pada kemampuan ingatan peserta didik, dan kemampuan ingatan masing-masing peserta didik, sehingga kelemahan yang terjadi di sini adalah selalu menganggap semua peserta didik itu mempunyai kemampuan daya ingat yang sama dan tidak dibeda-bedakan.
2. Adakalanya juga dalam metode ini tidak memperhatikan cara peserta didik dalam mengeksplorasi atau mengembangkan pengetahuan dan cara-cara peserta didiknya dalam mencarinya, karena pada dasarnya masing-masing peserta didik memiliki cara yang berbeda-beda.
3. Apabila dalam pengajaran hanya menggunakan metode kognitif, maka dipastikan peserta didik tidak akan mengerti sepenuhnya materi yang diberikan .
4. Jika dalam sekolah kejuruan hanya menggunakan metode kognitif tanpa adanya metode pembelajaran lain maka peserta didik akan kesulitan dalam praktek kegiatan atau materi.
5. Dalam menerapkan metode pembelajran kognitif perlu diperhatikan kemampuan peserta
• Kepribadian, Persepsi, Perilaku, dan Pembelajaran
Berikut adalah ulasan mengenai pengertian dari kepribadian, persepsi, perilaku dan pembelajaran yang telah kami rangkum.
• Kepribadian
Beberapa orang bersifat pendiam dan pasif, sementara yang lainnya ceria dan agresif. Ketika kita menggambarkan orang dari segi karakteristiknya, bisa pendoam, ceria, agresif, ambisius, setia dan suka bergaul, kita sedang mengkategorikan mereka dari segi sifat-sifat kepribadian. Karenanya kepribadian (personality) individu seseorang merupakan kombinasi sifat-sifat psikologis yang kita gunakan untuk mengklasifikasikan orang tersebut. Para ahli psikologis telah mempelajari sifat-sifat kepribadian secara mendalam, dan mengidentifikasi enam belas sifat kepribadian utama.

• Persepsi
Persepsi adalah suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan menginterprestasikan kesan sensori mereka untuk memberi arti pada lingkungan mereka. Riset tentang persepsi secara konsisten menunjukan bahwa individu yang berbeda dapat melihat yang sama tetapi memahaminya secara berbeda. Kenyataannya adalah bahwa tak seorangpun dari kita melihat realitas. Yang kita lakukan adalah menginterprestasikan apa yang kita lihat dan menyebutnya sebagai realitas.

• Perilaku
Pengertian perilaku individu menurut Gibson Cs. (1996) menyatakan perilaku individu adalahsegala sesuatu yang dilakukan seseorang, seperti : berbicara, berjalan,berfikir atau tindakan dari suatu sikap. Sedangkan menurut Kurt Levin perilaku ( Behavior = B ) individu pada dasarnya merupakan fungsi dari interaksi antara Person/individu (P) yang bersangkutan
dengan lingkungan (Enviroment = E).

Dari pengertian tersebut perilaku individu dapat diartikan sebagai suatu sikap atau tindakan serta segala sesuatu yang dilakukan manusia baik yang dilakukan dalam bekerja maupun diluar pekerjaan seperti berbicara, bertukar pendapat, berjalan dan sebagainya.Setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga setiap manusia mempunyai keunikan-keunikan tersendiri. Oleh sebab itu antara individu yang satu dengan yang lain pasti mempunyai perbedaan-perbedaan.

• Pembelajaran
Defenisi ahli psikologis tentang belajar benar-benar lebih luas daripada pandangan biarawan bahwa “inilah yang kita lakukan waktu kita disekolah dulu”. Pada kenyataanya, masing-masing kita secara terus-menerus “ke sekolah”. Belajar berlangsung selamanya. Oleh karena itu, defenisi belajar yang lebih akurat adalah segala perubahan perilaku yang relatif permanen dan terjadi sebagai hasil dari pengalaman.

• Komunikasi Pemasaran dan Perubahan Perilaku
Berikut adalah penjelasan mengenai komunikasi pemasaran dan perubahan perilaku.

 Pengertian Komunikasi Pemasaran
Menurut Kennedy dan Soemanagara, (2006 ; 4) komunikasi merupakan sebuah proses sosial yang terjadi antara paling sedikit dua orang dimana seseorang mengirimkan sejumlah simbol tertentu kepada orang lain.
Sedangkan menurut Kotler (2004 ; 5) pengertian pemasaran adalah proses pemberian kepuasan kepada konsumen untuk mendapatkan laba.
Jadi komunikasi pemasaran adalah kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan dengan menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran yang dapat dipergunakan dengan harapan terjadinya tiga tahap perubahan, yaitu:
1. Perubahan pengetahuan
2. Perubahan sikap
3. Perubahan tindakan yang dikehendaki.

– Jenis-jenis Model Komunikasi Pemasaran
1. Iklan (Advertising)
Iklan adalah komunikasi massa melalui media surat kabar, majalah, radio, televisi, dan media lain atau komunikasi langsung yang didesain khusus untuk pelanggan antar bisnis (bussiness to bussiness) maupun pemakai akhir.
2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi penjualan terdiri dari semua kegiatan pemasaran yang mencoba merangsang terjadinya aksi pembelian suatu produk yang cepat atau terjadinya pembelian dalam waktu yang singkat.
3. Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Hubungan masyarakat yaitu sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu kedalam maupun keluar antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
4. Penjualan Perorangan (Personal Selling)
Penjualan perorangan yaitu suatu bentuk komunikasi langsung antara seorang penjual dengan calon pembelinya. Dalam hal ini, penjual berupaya untuk membantu atau membujuk calon pembeli untuk membeli produk yang ditawarkan.
5. Penjualan Langsung (Direct Selling)
Penjualan langsung adalah upaya perusahaan atau organisasi untuk berkomunikasi secara langsung dengan calon pelanggan sasaran dengan maksud untuk menimbulkan tanggapan dan atau transaksi penjualan.
 Pengertian Perubahan Perilaku
Perubahan perilaku dalam diri seseorang dapat terjadi melalui proses belajar. Belajar diartikan sebagai proses perubahan perilaku yang didasari oleh perilaku terdahulu. Dalam proses belajar ada tiga unsur pokok yang saling berkaitan yaitu masukan (input), proses, dan keluaran (output) (Notoatmojo: 1993).
Individu atau masyarakat dapat merubah perilakunya bila dipahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap berlangsungnya dan berubahnya perilaku tersebut. Ada beberapa hal yang mempengaruhi perilaku seseorang, sebagian terletak di dalam individu sendiri yaitu :

o Faktor internal yaitu karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat bawaan misalnya: tingkat kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, dan sebagainya.
o Faktor eksternal yaitu lingkungan, baik lingkungan fisik, fisik, ekonomi, politik, dan sebagainya. Faktor lingkungan ini sering menjadi faktor yang dominan yang mewarnai perilaku seseorang. (Notoatmodjo ; 2007)
– Teori Perubahan Perilaku
a) Teori S-O-R
• Perubahan perilaku didasari oleh Stimulasi Orgaisme Respon.
• Perubahan perilaku terjadi dengan cara meningkatkan atau memperbanyak rangsangan (stimulus).
• Perubahan perilaku terjadi melalui proses pembelajarn (learning process).

Proses perubahan perilaku menurut Teori S-O-R :
1) Adanya stimulus (rangsangan) diterima atau ditolak
2) Apabila diterima (adanya perhatian) dan mengerti (memahami) stimulasi.
3) Subyek (organisme) mengolah stimulus dan hasilnya berupa kesediaan untuk bertindak terhadap stimulus serta bertindak (berperilaku) apabila ada dukungan fasilitas.

Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_komunikasi
http://rivaarifin.blogspot.com/2012/03/proses-adopsi-dan-difusi-dalam.html
https://www.academia.edu/7401598/FAKTOR-FAKTOR_YANG_MEMPENGARUHI_KOMUNIKASI
https://www.academia.edu/5342453/Proses_Komunikasi
http://adesmedia.blogspot.com/2013/04/normal-0-false-false-false-in-x-none-ar.html
https://sofiaribowo.wordpress.com/2013/06/22/pengertian-jenis-dan-proses-komunikasi/
http://psikologi.or.id/psikologi-kognitif/teori-kognitif-part-i.htm
https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/06/07/kekurangan-dan-kelebihan-teori-kognitif-dan-konstruktivistik-4
http://ririgusriani.blogspot.com/2013/10/dasar-dasar-perilaku-nindividu-persepsi.html
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20110416014008AAUX6Rg
http://eprints.uny.ac.id/7834/3/BAB%202-06408144023.pdf
http://bedande.blogspot.com/2012/01/teori-perubahan-perilaku.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s